Sunday, 21 February 2016

Hotel Di Tulungagung

NO NAMA USAHA HOTEL ALAMAT . TELP
1 HOTEL CROWN VICTORIA Jl. Supriadi 41 (Ruko Nirwana Plasa) Tulungagung


Telp.(0355)331321/Fax.(0355)335321
2 HOTEL NARITA Jl.KH. Agus Salim No. 87 - 89 Tulungagung


(0355)321608/Fax.(0355)322869
3 HOTEL ISTANA Jl. KH. Agus Salim 73-74 Tulungagung


(0355)332377
4 HOTEL PANORAMA I, II Jl. WR.Supratman no.12/Teuku Umar No.76 Tulungagung


(0355)321857/0355-335335
5 HOTEL TANJUNG Jl. Adi sucipto No 42 Tulungagung


(0355)328666
6 HOTEL PALAPA Jl. Teuku Umar No. 81 - 83 Tulungagung


(0355) 321854
7 GRAND HOTEL Jl. IG. Ngurah Rai 26 Tulungagung


(0355)331170
8 HOTEL GAJAH MAS Jl. RA. Kartini No. 19 Tulungagung


(0355)321996
9 HOTEL SURAKARTA Jl. Antasari No. 50 Tulungagung


(0355)321194
10 HOTEL NASIONAL Jl.Pahlawan No.01 Tulungagung


(0355)321642
11 HOTEL PUSPITA Jl. P. Diponegoro Tulungagung


(0355) 323504
12 HOTEL WIJAYA Jl. Teuku Umar III / 4 Tulungagung


(0355)322774
13 HOTEL MALINDA Jl.Jayeng Kusuma No.03 Tulungagung


(0355)321433
14 HOTEL PALEM GARDEN Jl. Stadion Lama Ketanon Kedungwaru Tulungagung


(0355)324942
15 HOTEL SRIKANDI Jl. Stasiun Ngunut Tulungagung


(0355)395665
16 HOTEL SWALLOH RESORT & SPA Desa.Mulyosari Kec.Pagerwojo Tulungagung


(0355)337505
17 HOTEL WONOREJO RESORT Desa Wonorejo Kec.Pagerwojo Tulungagung


(0355)- 411100
18 HOTEL SRABAH SEMESTA RESORT Jl.Raya Srabah Kec.Kauman TA


(0355)332233 ,FAX.332333
19 HOTEL " MULYA JAYA " Jl. Blitar No.29 Ngunut Tulungagung


(0355)397629
20 HOTEL PANTAI INDAH POPOH Ds. Besole Kec. Besuki Tulungagung


(0355) 532325
21 HOTEL INDONESIA Jl. Kapten Kasihin No. 214 Tulungagung


(0355)322741/081359029132
22 PESANGGRAHAN ARGO WILIS Ds.Sendang Kec.Sendang Tulungagung



23 GRIYA MERCI Jl.Jayeng Kusuma No.4 Ds. Ngujang Kedungwaru


(0355)333644/ 081259415419



Catering di Tulungagung

NO NAMA USAHA JASA (CATERING) ALAMAT
1 Bu Hasym Catering Jl.P.Diponegoro ….
2 Bu Amir Catering
3 Ratna Catering Jl.Dr.Sutomo 93A
4 Bu Jito Catering Jl. Supriyadi I/31 Tulungagung
5 Lilik Catering Jl. Letjend.Suprapto 163B Tulungagung
6 Fatma Catering Perum Puri Permata Blok F
7 TOP 48 Catering Jl.Sidoluhur no.5 Ds.Mojosari Kauman
8 YUTI Catering Dsn. Krajan RT.01, RW.01, Ds.Bendungan- Gondang
9 ECO Catering & Bakry Perum Cymbidium Blok B-15 Tulungagung
10 DIRA CATERING Jln. Mayjen Sungkono 1, RT.02,RW.09, Kel. Kutoanyar Kec. Tulungagung
11 ANNDA FIED CHICKEN & JUICE Dsn Krajan RT.01.RW.05 Ds. Sambirobyong Kec. Sumbergempol
12 DILLA CATERING Dsn. Krajan RT.02,RW,01 Ds. Jarakan Kec. Gondang
13 CATERING LARIDI Perum Cimbidium BlokB-26 Bago Tulungagung
14 CV. FITRIA MUKTI Jln. Letjen Suprapto 115.B RT.04,RW.08, Kel. Kepatihan Tulungagung
15 CV. RIZKY MAKMUR BAROKAH Dsn, Ketanon, RT.04/02 Ds. Ketanon Kedungwaru Tulungagung
16 AROMA RASA Dsn Bebebkan, RT.02/03 Desa Balerejo KAUMAN
17 CATERING YUSIKA Perum Tunggulsari Indah Blok.L.9 RT.03/03 Desa Tunggulsari - Kedungwaru
18 DION'S CAKE Jln. Mayjen Sungkono 1/37 RT.01/05 Kel. Kutoanyar Kec, Tulungagung






19 CV. BRAMASTYA Dsn. Ngreco, RT/RW, 04/02, Desa Sobontoro Kec. Boyolangu
20 CIPTO ROSO Jln. IG. Ngurah Rai II/17-E Bago Tulungagung
21 Ayam Goreng CAHYA Jln. Mayjend Sungkono III/37, Kel. Tertek, Tulungagung



22 PRABU CATERING Jl. KH.R.Abdul Fatah, RT/RW, 01/01, Ds. Mangunsari - Kedungwaru
23 WINA CATERING Jl. Letjen S Parman 29 Rejoagung
24 AL-FANIZ Dsn. Selojeneng, RT/RW, 01/01, Desa Sumberdadi = Sumbergempol
25 MAHARANI Jl. I.G. Rai 9.II 17H. Bago
26 Aira catering Jl. Puri Permata E-50 Sembung
27 HARTINI SAPUAN Jl. I .G Ngurah Rai II / 10 Bago
28 ISTANA BOGA CATERING Jl. P. Diponegoro VI ? 29 TULUNGAGUNG

Rumah Makan Di Tulungagung

NO NAMA USAHA  ALAMAT/TELP
1 DEPOT SPESIAL LODHO AYAM KAMPUNG BU HJ MAMIK Ds. Plosokandang Kec. Kedungwaru Tulungagung Telp. 0355-328815
2 PONDOK MAKAN LESEHAN Jln. Jayeng Kusuma km 5 Tulungagung Telp. 0355-7712622
3 DEPOT SUMBER REJEKI DS. Ngujang,Kedungwaru Tulungagung Telp. 0355-334587
4 DEPOT PRATIWI Jl. I Gusti Ngurah Rai Tulungagung Telp. 0355-33300
5 DEPOT LUMAYAN Jl. Ahmad Yani Timur 62 Tulungagung Telp. 0355323005
6 NASI LODHO AYAM PAK YUSUF PUTRA Jl. KHR Abdul Fatah Tulungagung Telp. 081335140737
7 WAROENG JOSSH Jl. Pang. Sudirman IV/193 Tulungagung Telp. 0355-7755800
8 RM PADANG MURAH MERIAH Jl. Yos Sudarso Tulungagung Telp. 0355-333951
9 RM. SOP AYAM PAK MIN KLATEN Jln. Supriyadi 30-A Tulungagung
10 Rumah Makan MOJOAGUNG Dsn Mojoagung RT.01, RW.01 Desa Mojoagung - Ngantru
11 NasI Goreng DJIMO Jln. P.Antasari 08 Kel. Kenayan Tulungagung
12 DEPOT 'ASIH' Jln. A.Yani Timur V/12 Tulungagung
13 Warung Lesehan SARI RASA Jln. Soekarno Hatta, Desa Balerejo - Kauman – Tulungagung
14 AYAM BAKAR "MBAK SITI" Jln. Hasanudin III/20, RT. 06, RW.04, Desa Plandaan - Kedungwaru
15 RM. 'QUEEN' Kenayan Kec.Tulungagung

Restoran di Tulungagung

berikut ini adalah nama dan alamat Restoran yang ada di Tulungagung

NO NAMA USAHA RESTORAN ALAMAT/TELP
1 JEPUN VIEW RESTO Jln. Mayor Sujadi 131, RT,01,RW04 Kel Jepun Tulungagung/ Telp. 0355-320711
2 DELITE PALACE RESTAURANT Ruko P. Sudirman Tarde centre B-8 Jln. Sultan Hasanudin - Kel Kenayan Tulungagung
3 KING RESTO Jln. IG. Ngurah Rai no.30 Bago Tulungagung
4 BARATA RESTORAN Jln. WR Supratman 18/20 Tulungagung Telp. 0335 -328633/0355-328644 fax 0355-320445
5 WARUNG AG ONE Jln. MT Haryono Tulungagung Telp.o355-7748889
6 TIGA DAPOER BATAVIA Jln. Mastrip No 6 Jepun Telp. 0355-336622
7 LIUR RESTO DAN CAFÉ Jln. KH. Abdul Fatah 86 Tulungagung Telp. 0355-3336622
8 R.M AYAM BAKAR BU MAMIK Jl. Jaksa Agung Suprapto 33 Telp. 0355-335890
9 AYAM GORENG KALASAN Jl. Teuku Umar Tulungagung Telp. 0355-323855
10 AYAM GORENG SURABAYA Jl. W.R. Supratman Tulungagung Telp. 0355-322494
11 AYAM GORENG SUMBER SARI Jl. Ir. Soekarno Hatta Lembu Peteng Tululungagung Telp. 0355-329913/0355-7819910
12 LESEHAN NIRWANA BAMBU Ngunut

Thursday, 11 February 2016

Reog Cahaya Budaya Road To Bali

Penulis: Ebin

Kesempatan ke pulau Bali seolah sudah tertutup, karena sewaktu SMP dan SMA rekreasi saya selalu ke Jogja. Padahal kesempatan terbesar jika ingin kesana hanya saat duduk dibangku SMP atau SMA. Study tour tentunya. Tapi hingga lulus SMA saya masih terlalu sering melihat Bali hanya di FTV. Tak apalah mungkin dengan melihat di TV akan mengurangi keinginan saya. 
            Entah mimpi apa malam itu, Senin tanggal 18 januari 2015 ketua reyog Cahaya budaya (mas Pris) mendapat kabar dari mas Fahmi bahwa akan digelar pentas reyog di Denpasar, dan membutuhkan penari bujangganong dua serta penari klono untuk bermain di Bali. Dengan ini mas Pris menunjuk Fajar dan Haris. Akan tetapi Haris nggak bisa ikut karena ada kepentingan pribadi, dan akhirnya diganti dengan Fonky. Meskipun bukan penari, saya kebagian jadi pengendang dan akhirnya bisa ikut ke Bali , yeyeeeee.
Dirasa persiapan sudah cukup, satu hari menjelang keberangkatan kami memilih bus Gunung Harta sebagi partner ke Denpasar. Kita berangkat ke Denpasar sekitar pukul 1.30 Kami menunggu bus Gunung Harta di halte Ngunut. Singkat cerita. Sesampai di Malang bus yang kami naiki berhenti untuk istirahat di pos peristirahatan Gunung Harta.



Selama ini saya hanya sebatas mendengar nama paiton. Banyak orang yang bilang bahwa Paiton jika malam hari bagaikan lautan lampu. Benar saja ketika bus yang kami naiki melawati sebuah jalan yang agak meninggi. Seketika itu saya melihat banyak hamparan lampu dari dalam bus. Saya kagum melihatnya, ribuan lampu kuning yang jumlahnya ribuan memanjakan mata kami. Ternyata Itulah Paiton. Setelah beberapa jam kemudian sayapun tertidur pulas. 
Satu jam sudah kita sudah berada dikapal berarti kami segera menginjakkan kaki di pulau dewata tersebut. akhirnya kami sampai ke Pulau Bali, iya Bali yang selama ini hanya mimpi. yeeee.... telah sampai di pelabuhan gilimanuk pukul 4.00 WITA. Bus pun bersiap untuk keluar dari kapal, akan tetapi sebelum meninggalkan pelabuhan ada pemeriksaan dari petugas keamanan pelabuhan untuk memastikan keamanan sebelum masuk ke Bali. 
Begitu sampai terminal Ubung, sambil menunggu mas Fahmi kami sempatkan ngopi sebentar. Hingga jemputanpun datang. Oke, kami siap melanjutkan perjalanan ke kost mas Fahmi untuk beristirahat, karena di sore hari kami harus latihan bersama.
Sorenya Seusai latihan kami diajak mas kemek jalan jalan melihat kota Denpasar. Kami bersiap siap untuk menikmati malam minggu di Bali. Ternyata suasana disana ramai, banyak wisatawan lokal maupun asing. Mengingat keesokan harinya kami akan pentas reyog ponorogo, dan masih banyak agenda lain,mak kami memutuskan untuk segera mengistirahatkan diri.

Keesokan harinya kamipun bangun tidur lalu bergegas untuk mandi karena akan pergi ke Monumen bajra sandhi Renon melihat car free day. Sesampai disana saya melihat banyak orang yang sedang berkegiatan. Mulai dari jogging, senam, berfoto, sepakbola, basket hingga orang berpacaran sedang bergandengan tangan. Ah..saya jadi iri saja melihatnya. Setelah cukup puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan ke Kontrakan mas Jojo, salah satu kawan dari mas Pris dan mas Fahmi.
Sesampai disalah satu Perumnas tempat mas Jojo tinggal, kami berbincang-bincang sambil sarapan tentunya. Begitu sarapan selesai dan sak udutan, perjalananpun berlanjut, Nusa dua, sip, kali ini tambah mas Jojo dan istrinya. Tak terasa kami pun tiba di Nusa dua. Sempat kebingungan ketika akan menuju kepantai dan bertanya kepada petugas keamanan. Mondar mandir, bolak balik kok gak ketemu ya..dalam hati wong yang rumahnya Bali aja bingung apa lagi fajar. Istri mas jojo tak sengaja membaca tulisan Nusa dua beach (menunjukkan arah). Kami akhirnya sampai dipantai. Waktu akan turun dari mobil sendal saya Nyantol pintu mobil yang membuatnya putus. Terpaksa Nyeker.g papa toh nyeker gak dilarang dan show must go on, melihat lihat indahnya pantai Nusa dua Bali yang sebelumnya hanya bisa lihat di Tv. Memang keren Bali ini. 

Sebenarnya dimanapun tempatnya yang namanya pantai ya begitu saja. Tulungagung punya kok pantai semacam Nusa Dua, Pantai Sanggar mungkin. Tapi bukan Bali namanya jika obyek wisatanya nggak dikelola dengan baik. Memang Bali gak ada matinya. Setelah kami capek menyusuri sepanjang pantai akhirnya istirahat dibawah pohon. Ketika berada dibawah pohon yang rimbun mas jojo, mas pris,mas kemek bercerita ketika semasa kuliah dulu. Semacam romantisme masa lalu. Dirasa campeknya hilang kami melanjutkan perjalanan menuju water blow. Mas kemek bilang mater blow ini adalah ombak laut yang menghantam karang lalu muncrat keatas. Namun sayang pada saat saya berada disana nggak sekalipun melihatnya. Mungkin ombaknya lagi malu. Yaa sudahlah kemudian hanya bisa berfoto foto saja.Tak terasa waktu semakin siang. Kami harus segera pulang mengingat sorenya saya, fonky, fajar, mas kemek dan mas pris akan tampil reyog ponorogo di taman kota Denpasar.
Sebelum menuju tempat pertunjukan, mas Jojo mengajak untuk makan siang. Kami telah sampai salah satu dirumah makan di Denpasar. Istri mas jojo lalu memesan menu hidangan siang itu. Sebelum pulang ke kost terlebih dahulu menghantarkan mas jojo pulang kerumahnya. kami munuju kost. Tanpa istirahat saya, fajar, fonky disuruh mas pris untuk langsung membereskan tempat tidur dan berkemas kemas mengingat malam ini kita pulang. Dengan agak tergesa gesa kami langsung menuju ke Taman kota Denpasar. Sesampai disana ternyata masih sepi hanya ada beberapa orang yang mengenakan kaos reyog.

Selang beberapa menit peralatan reyog datang disusul para pemainnya. Dirasa persiapan sudah selesai, pementasanpun dimulai. Diawali dengan tari dadak merak, disusul penari jathil obyok lalu tari warok kemudian tari bujangganong. Penampilan fajar dan fonky sebagai penari bujangganong. Sebelum berangkat ke Bali kami berempat sudah mempersiapkan konsep untuk pementasan tersebut. Dengan mengosep mereka sebagai lawak. Konsep yang dibawakan adalah menjadikan fajar sebagai anak yang lucu, menggemaskan dan kemlelet sedangkan fonky penyeimbang kekonyolan fajar. Nampaknya konsep kami berhasil nyatanya banyak orang tertawa ketika fonky dan fajar perform. Sekitar tiga puluh menit mereka menghibur penonton yang saat itu memenuhi pelataran taman kota Denpasar. Tak terasa kita sudah dipenghujung acara. Alhamdulilah pentas kami di Bali sukses.Setelah pementasan kami harus segera menuju ke terminal Ubung untuk pulang. Mas pris, saya, fajar,fonky bersalam dengan pawargo yang ada disana. Ada mas saipul, pak slamet, mas yunus dan beberapa orang lainnya. Lalu kamipun berpamitan untuk pulang. Fonky dan fajar lalu ganti baju didalam mobil. Tak langsung menuju terminal maka mas kemek pun mengajak ke Erlangga untuk belanja.

Memang tempat ini bagus untuk berfoto karena sebelum masuk keruangan anda akan disuguhkan dengan segala pernak pernik yang berkaitan dengan kebudayaan Bali. Foto dulu biar kelihatan kalau lagi di Bali. Lalu kami berlima masuk ke ruangan belanja tersebut untuk membeli baju. Saya pun langsung terpencar dengan temen teman yang sibuk memilih baju dan celana, entah untuk siapa ?. Mas pris tak banyak memilih baju dia langsung keluar dan menunggu didepan bersama mas kemek. Setelah selesai memilih baju kami bertiga berkumpul dikasir. "450 ribu semuanya mas" kata si kasir. Tiba tiba saya kaget ketika mencari dompet disaku nggak ada. Dengan agak kebingungan kami bertiga sepakat jika uang untuk membayar belanjaan uang dengan patungan. Diluar smalayan saya masih kebingungan, dan kamipun mencarinya. Akhirnya fonky yang menemukan dompet didalam mobil, di sak jaket warna hitam.
Lalu kamipun menuju terminal Ubung. Sebelum masuk terminal mas kemek mengajak untuk makan di depan terminal. Tak banyak waktu untuk makan, langsung saja sayapun bersalaman dengan mas kemek disusul mas pris, fajar dan fonky. "Matur suwun lo yo..ojo kapok dolan rene" kata mas kemek kepada kami berempat. "Iya mas, pasti ndak kapok" jawabku. Lalu kami berjalan kedalam terminal. Rencananya mas pris nggak langsung bertolak ke Tulungagung tapi mampir ke Jember tempat kuliahnya dulu untuk bertemu beberapa orang, mas Sholeh misal. Mas sholeh adalah temen seperjuangan mas pris di reog Unej "Sardulo anorogo". Mas pris ditemani fajar. Sayapun juga mapir Banyuwangi tempat ayah bekerja. Setelah agak lama bus pun mulai beranjak meninggalkan terminal Ubung. Singkat cerita, tiba tiba ditengah perjalanan bus pun diberhentikan oleh beberapa polisi yang membertahu jika kita gak bisa menuju pelabuhan Gilimanuk, karena ada jembatan

Lantas sopir bus pun kebingungan. Sebenarnya bisa saja untuk sampai di pelabuhan gilimanuk namun kita harus putar balik lewat Singaraja. Tetapi jika harus putar balik lewat Singaraja maka butuh waktu 4 jam untuk bisa di pelabuhan. Akhirnya sopir bus pun memutuskan untuk putar balik mengingat waktu semakin pagi. Dengan perjanjian satu orang dikenakan biaya tambahan untuk membeli solar 20rb, kamipun sepakat. Akhirnya bus putar balik. Ditengah perjalanan menuju Singaraja tiba tiba permasalahan datang kembali. Yaitu jalan untuk menuju kesana juga ditutup. Entah kenapa ? Waktu itu saya bangun tidur di bus. Setelah bus itu berhenti sangat lama, sopir bus pun memilih jalan alternatif menuju ke Gilimanuk. Malam itu sekitar pukul 1.00 bus melewati persawahan yang sangat gelap. Sayapun mencoba untuk tidur dan berhasil. Tak terasa bus sudah berada di pelabuhan gilimanuk dan bersiap untuk naik ke kapal. Seusai bus terparkir di dec kapal, saya,mas pris,fonky dan fajar langsung naik ditangga kapal untuk duduk diatas. Selang beberapa menit kami tiba di pelabuhan ketapang.

Saya ditemani fonky akhirnya turun di pom genteng (pkl 4.26 pagi) dan mas apris melanjutkan perjalanan menuju Jember bersama fajar. Lalu saya mencoba menghubungi ayah ternyata gagal. Semakin menambah bingung saja. Kemudian mencoba menghubungi nomer yang satunya ternyata bisa. Akhirnya ayah akan menjemput kami berdua. Tak berselang lama ayah datang. Saya menjabat tangannya. Seketika itu aku sempat meneteskan air mata karena sudah tiga bulan ini belum bertemu beliau. Sejak berada di Banyuwangi. Mungkin rasa kangen nggak bisa dibendung lagi. Disana kami istirahat untuk mengobati rasa capek karena semalam naik bus. Ayah menanyakan kabar saya dan sebaliknya. Setelah ngobrol panjang lebar ayah menyuruh kami untuk tidur. Akhirnya tidur. Kami terbangun pukul 12 siang. Lalu langsung bertanya kepada saya "mulih kapan?". "Paling mengko sore yah" jawabku. Sebenarnya saya ingin pulang keesokan harinya naik kereta. Namun mas eko keburu berkata yang intinya kalau kereta disini gak seperti di Tulungagung' yang setiap hari ada untuk menuju ke Tulungagung. Agak sedikit kecewa sebenarnya tapi mau gimana lagi saya dirumah memiliki tanggungjawab menjaga warung. Hamper 5 hari meninggalkan rumah.

Akhrinya sayapun memutuskan untuk pulang setelah maghrib. Sebelum pulang ayahpun mengajakku untuk berbelanja disebuah mall yang ada di genteng. Dengan naik sepeda motor. Disana saya memilih baju dan celana. Dirasa belanjaan sudah cukup kami beranjak pulang. Ditengah jalan ayah bertanya "gak pengen oleh oleh" tanya ayah."Pengen yah" jawabku. Lalu ayah mampir di pusat oleh oleh khas banyuwangi. Satu persatu saya mengambil oleh oleh tersebut. Lalu kamipun segera menuju kerumah mengingat waktu hampir sore. Seusai itu kami menunggu bus dihalaman rumah, karena depan rumah adalah jalur bus. Saya dan fonky menunggu kiranya tiga puluh menit bus Harapan baru tersebut datang. Saya berpamitan ayah dan mas eko. Lagi lagi saya menitikan air mata karena harus perpisah dengan ayah. Kami berdua naik bus harapan baru yang melaju sangat kencang. Tak terasa matahari mulai menanmpakkan sinarnya dan akhirnya kami sampai juga di Tulungagung. 




Wednesday, 3 February 2016

Senggol Aja Duluu…

oleh: Lubi


Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata senggol? Adakah yang berfikiran bahwa saya akan menceritakan tentang kejadian dimana saya disenggol seorang pria lalu akhirnya saling jatuh cinta? Kalau ada yang berfikiran seperti itu maka 95% kalian telah menjadi korban FTV. Ini bukan tentang kisah cinta tetapi tentang tempat menumbuhkan rasa cinta (cieee cinta), suatu tempat berwujud pasar yang terletak di Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. 
Foto diperoleh dari, Tulungagung.go.id

Masyarakat tulungagung menyebutnya dengan Pasar Senggol kebayangkan mengapa masyarakat menamainya Pasar Senggol, saking ramainya pengunjung di pasar ini maka sering terjadi senggol-senggolan antar pengunjung (tanpa disengaja loh ini) seperti tidak pernah kesepian pasar ini selalu ramai pengunjung mulai pukul 04.00 sudah dipenuhi pelancong ataupun masyarakat sekitar Tulungagung dan pukul 07.00 saya pastikan sudah banyak makanan yang habis digasak pembeli. Lalu apa aja sih yang ditawarkan di dalam pasar ini kok sampai bisa menarik pengunjung seriap hari dan tidak pernah sepi? Lain dari pasar-pasar pada umumnya pasar senggol menyediakan berbagai jenis makanan tradisional jawa dan makanan khas dari Tulungagung seperti Cenil, Gatot, Growol, Nasi Tiwul, Nasi Ampok, Punten dan banyak makanan tradisional lainnya jangan takut apa yang kalian inginkan tidak tersedia karena Pasar ini menyediakan hampir seluruh makanan dan jajanan pasar tradisonal. 

Bagi warga Tulungagung yang berdomisili di luar Tulungagung ataupun luar kota pasar ini selalu menjadi tujuan utama untuk melepas rindu akan cita rasa olahan pangan khas Tulungagung karena saya yakin diluar sana sulit ditemukan pasar yang menyediakan ragam makanan tradisional seperti pasar ini, Ibu saya contohnya ketika pulang dari Singapura beliau selalu minta diantar ke pasar senggol untuk membeli nasi tiwul+daun papaya+sayur ikan pedas serta cenil dan gatot katanya makanan seperti ini jika dimasak di luar negeri rasanya akan berbeda entah apa yang membuat berbeda tapi mungkin karena ini milik tulungagung maka tidak dapat dimiliki di luar kota/Negara. 

Jadi untuk kalian yang sedang berada di luar kota pasar senggol menjadi tempat yang wajib anda sambangi ketika berkunjung ke Tulungagung, sering mampir ke pasar ini dapat memuaskan hasrat bekuliner kita sambil bernostalgia dengan masa lalu (bukan mantan) dimana junkfood dan makanan instant lainnya belum merajai pasar dan mengkontaminasi selera makan masyarakat Indonesia, Tulungagung khususnya. Padahal makanan tradisional jauh lebih sehat dan bergizi dibanding makanan cepat saji tapi mungkin karena era globalisasi mengharuskan kita mengikuti arusnnya maka cenil and the genk perlahan tenggelam terbawa arus dan akhirnya menjadi susah ditemui hingga suatu saat mereka benar-benar hilang disaat itulah kita baru merasakan bahwa kehadirannya sungguh berharga yang akan sangat kita rindukan. Penikmat Cenil yang terbuat dari perpaduan ketela pohon dibalut parutan kelapa ditambah cucuran gula merah kini ditikung oleh mie instan yang dikocok bersama telur dan dan diberi saus sambal (sebut saja omelet) yang sebenarnya tidak mengandung nilai gizi diatas cenil yang tebuat dari bahan alami. Jadi perlu banget mengunjungi Pasar senggol ini, dijamin kalian puas dan betah berlama-lama mengunjungi Tulungagung.

Tuesday, 2 February 2016

Perjalanan Panjang menjadi Announcer di Radio SMA N 1 Ngunut

 Sekolahku tahun ini punya Kepala Sekolah baru dan radio baru. Oh ya, saya bersekolah di SMA Negeri 1 Ngunut. Ngomong-ngomong masalah yang baru-baru, jangan sampe kalian nanya kapan saya punya pacar baru..

Kali ini saya bakal cerita tentang radio baru. Hm, kenapa bukan cerita tentang kepsek baru nya? Ya sebenarnya suka-suka saya sih mau cerita yang mana, tapi kalau kalian masih ngotot pengen tau, alasannya karena saya tertarik dengan dunia keradioan.
Jadi beberapa hari setelah peresmian radio. Ada pengumuman bahwa dicari announcer untuk radio sekolah. Otomatis dong, saya yang notabene tertarik sama dunia keradioan sama kayak saya tertarik sama kamu, langsung daftar jadi pacar kamu. Eh, jadi announcer ding. Waktu itu yang daftar ada 2 orang dari kelasku. Yaitu saya dan ketua kelas, namanya Junda.

Satu minggu setelah pendaftaran, tepatnya hari Kamis, saya diberitahu bahwa besok ada tes untuk announcer. “Bril, sesok bar jum’atan tes vocal ngge penyiar radio.” Kata Junda. Hah? Tes? Tes vocal? “oi jun, tes vocal kui sing piye sih?” “alah mek kon ngomong kaya wong siaran, sing diomongne bebas. Mengko direkam terus diseleksi.” Ohhhhhhh, sumpah pertama kali saya denger tes vocal, yang ada dibenak saya adalah disuruh nyanyi hahahaa. Dan syukurlah ternyata bukan, karena sadar, saya ini nggak bisa nyanyi. Jadi kalau sampe dites nyanyi kemungkinan lolos Cuma 0,000000099% serius deh. Tapi tetep aja waktu itu saya panic, keringet dingin, kejang-kejang, gelap……… becanda. Waktu itu saya Cuma merem, makanya gelap. Dan sekarang masalahnya adalah saya nggak tau dan nggak pernah siaran sama sekali.

Sampe rumah saya inget kalau salah satu omku pernah jadi announcer. Langsung aja tak bbm dan curhat tentang saya yang nekat daftar jadi announcer di radio sekolah, betapa nggak PD-nya. grogi, dan apakah punya peluang serta mampu buat jadi seorang announcer? Awalnya saya kira bakal dibecandain, karena kebiasaan sih kalau saya lagi serius malah dibecandain. Tapi ternyata dugaan saya salah. Saya malah dikuliahin panjang kali lebar sama dengan luas. “sik, kabeh kui nduwe peluang nang ngendi ae. Tergantung kemauanmu. Lek masalah kemampuan iso dipelajari sakwise awakmu ndue kemauan. Gedekne niatmu disik. Ora oleh wedi, ora oleh grogi.” Oke, saya sangat termotivasi setelah baca bbm tersebut. “pertama lan sing utama iku public speaking mu. Pas awakmu ngomong gawe wong akeh kui piye, iso dirungokne gak, iso dinikmati karo uwong gak, intonasi pas ngomong diperhatikan, ekspresi, caramu merespon sekitar, aja cengengesan gak jelas. Pokok announcer iku kudu peka.” Begitulah kira-kira bbm dari omku, kayaknya sih masih panjang, tapi saya lupa.
Besoknya saya masih bingung mau ngomongin apa. Rencananya sih, saya mau ngomongin novel yang baru selesai saya baca. Tapi kayaknya kok berat banget gitu topiknya, saya pengen sesuatu yang agak santai lah. Dan tiba-tiba saya ingat sama artikel yang saya tulis kemarin dulu tentang make up yang juga pernah dipost di sini. Akhirnya saya memutuskan untuk ngebahas masalah makeup pada saat tes vocal nanti.

Sampailah pada saat yang menegangkan siang itu, namaku dipanggil buat tes. Oke, I must do it and I can do it! Apalagi saya sudah janji, saya nggak bakal grogi ataupun takut. Tapi apalah dayaku yang hanya manusia biasa ini.. grogi? tetap, jantung berdetak kencang? Iya, saat memasuki ruangan itu, dan adrenalin saya berada pada puncaknya. Berasa mau ketemu gebetan baru duh



Kesan pertama saat masuk ruang siaran adalah ruangannya dingin. Setelah mengisi daftar hadir dan duduk ditempat yang sudah disediakan. Tanganku bergetar. Di ruangan itu ada 3 orang anak manusia, yaitu saya dan 2 panitia dari OSIS. “sudah siap?” Tanya salah satu anak OSIS. “Sik lah, tak ambegan…….. saiki aku siap!” hm, tenang.. calm down.. ini hanya ngomong depan mic, nggak bakal masuk radio, Cuma direkam untuk diseleksi. Begitu kiranya yang saya fikirkan untuk menenangkan diri. Dan ngoceh pun dimulai !!!. Lama kelamaan saya menikmati apa yang saya lakukan. Tapi memang tidak semua yang ada di hidup ini sesuai seperti yang kita inginkan. misalnya saya suka sama kamu tapi kamu nggak suka sama saya, *loh? Oke sorry OOT. Iya jadi waktu lagi asik ngoceh ada anak OSIS yang tiba-tiba masuk ruangan dan bilang “hehhhh!!! Siarane mlebu radio, di rungokne streamingan yo kenek. Aku tas ngrungokne, sopo sing sek tas siaran?” deg! Saya panic, artinya dari tadi saya didengerin orang luar, speechless, grogi, gugup, lupa tadi dari mana ceritanya duh..

Katanya nanti kalau lolos tahap pertama, tes vocal ini bakal dapat SMS dari panitia dan lanjut ke tahap berikutnya. Saya nunggu sampai Sabtu malam nggak ada SMS yang masuk, setiap ada SMS saya ‘ndredeg’ tapi ternyata SMS operator, oke saya kecewa setiap operator yang SMS. Saya curhat lagi sama omku, “Om, kaya e aku ora lolos tes wingi. Aku grogi, speechless gek msok ket saiki aku ora diSMS panitia.” Tak lama kemudian, “announcer kok pesimis.” “lha ket saiki aku ora diSMS lho:’(“ saya tambah emoticon nangis dibelakang biar agak drama ceritanya. “dadi uwong iku sing sabar.” Saya sudah gak terlalu berharap lagi buat jadi announcer, sama kayak saya yang sekarang udah nggak terlalu berharap kamu bakal suka sama aku.
Keesokan harinya, waktu bangun tidur saya langsung cari HP. Yah biasalah kan masih termasuk remaja yang bangun tidur langsung cek HP. Dengan mata masik belekan dan belum sadar sepenuhnya, saya lihat ada pesan masuk di HP. Ternyata pesan dari panitia, yang isinya pemberitahuan bahwa saya lolos ke tahap selanjutnya yang akan dilakukan hari jum’at depan. Ah saya langsung bangun dan saya baca lagi SMS tsb, dan saya senaaaaaaaaang sekali hahahaha. Berasa kayak dapat ucapan selamat pagi dari kamu. Langsung deh saya kasih tau om, dengan maksud mencari dukungan darinya.

Hari-haripun berlalu, ternyata tes tahap selanjutnya adalah tes wawancara. Oke, saya belum pernah wawancara, dan agak takut. Bayangan apa saja yang akan ditanyakan dalam wawancara sangat menakutkan. Akhirnya bbm lagi ke om, yah siapa tahu ada sedikit pencerahan tentang wawancara. “om, sok jum’at aku tes wawancara. Tes wawancara kui piye? Aku kudu piye?” “tes wawancara iku lek enek pertanyaan yo jawaben.” Sayaa gondok. Sebel. Saya malas balas bbmnya. kalau itu saya juga tau kali, memang benar apa yang dikatakan omku, tapi sayakan pengennya bukan jawaban seperti itu hu.
Pada hari H tes wawancara, saya kira bakal dibentak-bentak atau akan diintimidasi oleh pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara tapi ternyata saya salah. Wawancara hari itu suasanya asyik, yang mewawancarai adalah salah seorang guru olahraga yang juga seorang penyiar dan manager di salah satu radio di Tulungagung. Pertanyaan yang diajukan cukup mudah dan saya menjawab dengan lancar. Selesailah tahap tes kedua ini.
Sama seperti sebelumnya, apabila lolos tahap kedua akan diSMS oleh panitia. menunggu lagi. Dan saya, masih sama kayak manusia-manusia lain yang nggak suka menunggu. Tiap hari deg2an kalau ada SMS masuk. 3 hari berlalu dengan saya yang masih menunggu, rasa pesimis itu muncul lagi. Kadang saya iri dengan mereka yang bisa berfikir positif, optimis, dan selalu percaya diri. Saya berharap bisa jadi orang yang seperti itu. Ah sudahlah, paling tidak saya berani untuk mencoba, toh kalaupun tidak lolos, saya sudah dapat pengalaman. Mungkin bukan passion saya, bukan bakat saya menjadi bagian dari dunia keradioan.
Sama seperti yang pertama, ketika saya sudah tidak berharap lagi, saya dapat SMS yang berisi tentang ucapan selamat, akhirnya saya masuk menjadi team keradioan sekolah. Oh, syukurlah. Saya senang sekali tentunya. Tapi sayangnya belum resmi jadi seorang announcer, karena untuk menjadi seorang announcer perlu di seleksi lagi. Diseleksi sambil jalan katanya. Lagi pula di dunia keradioan itu tidak hanya melulu tentang announcer, ada penulis berita, pewawancara, dan bagian-bagian lain yang tak kalah penting dengan seorang penyiar, walaupun hanya berada dibelakang layar. Tapi tetap saja, saya benar-benar kepengen jadi seorang announcer.

Kebetulan hari Sab’tu kemarin di sekolahku ada CampusFair, dan team radio bertugas menyiarkan acara tersebut. Saya adalah salah satu yang beruntung karena mendapat kesempatan untuk siaran perdana hahaha. Oh ya dan juga hari ini, tepatnya hari Selasa pada jam istirahat saya berkesempatan untuk mewawancarai seorang kakak kelas. Hm, wawancara hari ini sebenarnya sangat tidak direncanakan alias dadakan. Saya belum menyiapkan pertanyaan apapun, Karena memang ‘ndadak’. Ini adalah pengalaman pertama saya mewawancarai orang secara langsung, biasanya kalau ada tugas wawancara di mapel Bahasa Indonesia kan ada persiapannya sedangkan tadi itu tidak ada persiapan sama sekali. Hmmm, agak grogi, dan sempat kesleo lidah pas penutupan hahaaa. Tapi untuk sesuatu yang dadakan dan pertama kali saya lakukan, saya kira nilainya 79 lah..

Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih optimis lagi, selalu berfikian positif. Sama seperti yang dikatakan omku, tidak ada yang tidak mungkin. Yang penting niat. Usaha dan do’a juga sangat penting. Saya rasa merasa grogi, takut dan nggak PD itu manusiawi, siapa sih yang nggak pernah merasakannya? Kalian pasti juga pernah kan. Tinggal bagaimana kita mengatasi perasaan tsb, karena kita harus, wajib dan kudu bisa mengatasi mereka agar kita berani mencoba dan melakukan hal2 yang luar biasa. saya juga berharap saya bisa jadi announcer di radio sekolah. Aamiinin lah..

Karya: Ebril